Pasar Tradisional Vs Pasar Modern

adanya sebuah perdagangan bebas sangat menicu adanya sebuah kecenderungan masyarakat dewasa ini untuk mengutamakan gengsi dari pada manfaat

dalam sosiologi industri sendiri ada istilah human impersonal dimana kecenderungan manusia untuk membeli sesuatu barang yang di anggapnya berkelas, padahal di lain sisi barang tersebut ada di pasar tradisional dimana semua barang di perjual belikan.

pasar tradisional yang saat ini jarang ditemukan di berbagai sudut permukiman penduduk padahal disisi lain dimana pusat pemukiman sekarang di dominasi olah berbagai pasar modern seperti di jogja sendiri yakni : AMPLAS (ambarukmo Plaza), Indomaret, Malioboro Mall, Alfa Mart Dll.

hal ini sangatlah membantu banyak hal dalam kehidupan masyarakat dimana semua orang telah mulai sibuk dengan pekerjaannya dan hanya mempunyai waktu luang ketika sore hingga malam hari sehingga hanya dapat mencari berbagai makanan dan minuman di pasar-pasar modern tersebut.

dilain sisi dimana pasar tradisional sangatlah mendorong adanya pelestarian kebudayaan dengan adanya interaksi simbolik antara pembeli dan penjual dimana seseorang dapat mudah akrab satu dengan yang lain ketika mereka berinteraksi di dalam kegiatan jual beli.

berbeda di pasar modern dimana mereka melayani sendiri dan sekadar berinteraksi hanya ketika membayar apa yang dibelinya.

 

itulah keuntungan dan kerugian adanya pasar modern yang sangat mendukung perekonomian masyarakat dan pasar tradisional yang ingin melestarikan kebudayaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: